Ramalan Tentang Wajah Internet Di Masa Depan

Ramalan Tentang Wajah Internet Di Masa Depan

Generasi yang belajar browsing Internet sebelum belajar berjalan sudah ada di tengah-tengah kita. Bagi mereka, kebutuhan akses Internet sudah seperti kebutuhan untuk bernafas. Harapan mereka akan Internet di masa depan adalah lebih akurat, cepat, dan aman. Teknologi harus mampu mengimbangi perkembangan web global untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Beberapa di antaranya sedang diterapkan, namun masih butuh waktu. Seperti perluasan alamat IP dengan IPv6 yang sudah dilakukan beberapa tahun belakangan. Demikian pula dengan penggunaan Domain Name System Security Extension (DNSSEC) yang menjamin keaslian ala- Makin banyak peselancar maya, data, dan layanan, web akan tumbuh tak terbendung. Semua berkat teknologi baru dan coding yang lebih baik. Temukan seperti apa wajah Internet yang baru dalam tulisan ini. mat website. Kabel bawah laut jalur utara-barat Antartika yang mempersingkat waktu jawab sebuah koneksi ke Jepang sekitar 60 milidetik juga sedang direncanakan. Harapan Internet masa depan tidak bisa langsung diwujudkan semudah membalik telapak tangan. Memasang lebih banyak kabel juga bukan solusi untuk menyampaikan arus data yang terus meningkat kepada pengguna secara efektif. Berbagai teknologi baru pada berbagai tingkat, dari data center hingga browser, memungkinkan optimalisasi yang dibutuhkan.

Kami perkenalkan beberapa teknologi di antaranya dan apa saja yang tahun depan akan terealisasi. Hacker seperti dalam kasus tersebut, yang bertindak atas nama korban, memiliki keuntungan besar yang tidak ada dalam social engineering sebelum era Facebook. Sebelumnya, dengan menelepon, pemeras harus merespons langsung dan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai korban untuk disampaikan tanpa ragu secara meyakinkan. Sementara di Facebook, tersedia banyak waktu untuk merespons sebuah pesan atau komunikasi dalam chat, mencari info mengenai korban, dan memikirkan jawaban yang tepat. Sinkronitas komunikasi ini bagi hacker merupakan salah satu kelebihan besar Facebook, ujar Schumacher.

Dengan kondisi tersebut, Facebook akan tetap menjadi sasaran favorit hacker. Dengan strategi serangan yang selalu baru. Langkah berikutnya mungkin Spear Phishing – serangan phishing otomatis yang dibuat berdasarkan pendekatan pribadi atau perilaku dari data Facebook. Untuk menangkal serangan tersebut, Facebook mempekerjakan sebuah tim yang terdiri atas sekitar 300 teknisi keamanan dan sebuah sistem analisis yang mengawasi jaringan. Selain itu, akhir April lalu Facebook telah memulai kerjasama dengan perusahaan keamanan McAfee, Sophos, Symantec, dan Trend Micro untuk menyaring link-link berbahaya dengan lebih efektif.

Sumber : https://teknorus.com